Katak Makan Ular Viral Menjadi Perdebatan Netizen

4 min read

Katak makan ular menjadi fenomena atau peristiwa tidak biasa bagi sebagian orang. Hal itu dikarenakan pada sistem rantai makanan seharusnya ular seharusnya berada diatas katak dengan menangkap serta memakannya.  Namun ternyata, kejadiannya terbalik katak memakan hewan berbisa tersebut.

Oleh karenanya, peristiwa unik tersebut menjadi viral di dunia maya karena ada orang yang mengabadikannya dalam video.  Lalu, menguploadnya di sosial media hingga menjadikannya perdebatan panjang. Tentu saja katak makan ular tersebut juga menarik perhatian orang atau pihak lebih kompeten di bidang tersebut.

Video Viral Katak Makan Ular

Sebuah video menarik diunggah di akun TikTok @btn_tessonilo pada hari Selasa tanggal 6 Februari 2024. Video itu memperlihatkan seekor katak sedang diam sambil menggigit bagian ekor atau bawah seekor. Sementara itu, sang hewan berbisa yang digigit hanya diam saja dan tidak melakukan perlawanan. Terlihat mulut ularnya terbuka lebar seperti ingin mengungkapkan kesakitan atau sedang menakut-takuti kataknya.

Dilihat ukurannya, tubuh katak tidak begitu besar begitu juga ularnya. Kejadian tersebut mengundang pertanyaan dari warga netizen perihal rantai makanan yang selama ini dipelajarinya. Anda tentu juga sudah mengenal perihal rantai makanan, bukan? Proses makan dan dimakan dari vegetasi hingga hewan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada katak makan ular tersebut, maka identik dengan rantai makanan di wilayah darat atau lebih spesifiknya daerah persawahan.

Rantai makanan seharusnya terjadi mulai dari rumput dimakan belalang, katak, ular, elang atau burung pemangsa, dan terakhir jamur sebagai pengurai di tanah. Namun kenyataannya, teori tersebut tidak sesuai dan terbolak-balik. Katak makan ular menjadi pemandangan aneh bagi sebagian orang dan menanyakannya. Pada umumnya, katak dimakan ular dan bukan sebaliknya. Oleh karenanya, ada perdebatan cukup sengit di dunia maya setelah menonton video tersebut.

Bagi orang percaya teori rantai makanan, pastinya akan berargumen peristiwa tersebut hanya kebetulan atau bersifat insidental. Bisa jadi ukuran kataknya lebih besar dan sedang kelaparan.  Oleh karenanya, hewan berbisa dimakan tanpa mempedulikan berbahaya atau tidaknya hewan tersebut. Berbeda dengan sebagian lainnya yang berpendapat sudah terjadi evolusi pada lingkungan hidup. Contoh nyatanya seperti pada peristiwa katak menyantap ular.

Kenapa Katak Makan Ular Bisa Terjadi di Alam?

Pastinya ada alasan yang jelas dan masuk akal hingga kejadian makan dimakan tersebut bisa terbolak-balik. Dalam teorinya ular seharusnya memakan katak, tetapi di alam bebas kenyataannya berbeda. Tentu saja buka kebetulan saja dan masih bisa dicari penyebabnya secara logika.

Seorang pakar Herpetologi dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH – UGM) Yogyakarta, Slamet Raharjo memberikan pendapat sekaligus analisisnya perihal video katak makan ular yang sedag viral. Berikut beberapa poin yang dijelaskannya.

  1. Jenis Spesies Bullfrog yang Besar dan Rakus

    Menurut Slamet, kejadian seperti itu sangat mungkin terjadi jika ukuran spesies kataknya cukup besar. Bahkan, ukurannya bisa melebihi ukuran tubuh hewan yang dimangsanya, seperti ular, belalang, burung kecil, hingga tikus-tikus kecil. Lagipula katak di alam bebas termasuk jenis karnivora atau pemakan daging.

    Bahkan, tidak menutup kemungkinan sang katak bisa menjadi omnivora atau pemakan segalanya saat kondisi alam di sekitarnya berubah semakin ekstrem. Anda jangan hanya mengira bahwa spesies kata hanya berukuran kecil, seperti yang ditemui di persawahan, sungai, atau rawa-rawa. Ada juga spesies kodok berukuran tubuh lebih besar.

    Bahkan ada yang beracun sehingga sangat mematikan. Seperti yang diunggah di video katak makan ular, yaitu spesies Bullfrog atau kodok lembu dengan ukuran tubuh cukup besar. Jenis kodok yang satu ini dikenal rakus dan pemakan segalanya di sekitarnya. Bahkan, katak-katak ukuran kecil hingga spesiesnya sendiri juga bisa dimakan atau bersifat kanibal.

  2. Ular Berbisa Berukuran Kecil

    Video viral katak makan ular benar-benar terjadi di alam. Menurut Slamet, selain ukuran kataknya cukup besar berjenis Bullfrog, juga ular yang dimakan berukuran tubuh lebih kecil. Tidak mungkin ular besar bisa dimakan oleh kodok jenis Bullfrog. Jadi, memang tidak sepadan ukuran tubuhnya, sehingga Bullfrog yang kelaparan langsung melahap bagian belakang tubuh ular.

    Meskipun ularnya berbisa dan melakukan perlawanan, sepertinya katak lembu tetap menjadi pemenangnya. Berbeda jika ukuran ularnya lebih besar dan berbisa tinggi, maka Bullfrog akan kehilangan nyali untuk menyerang dan memakannya. Pastinya akan segera lari dan meninggalkan ularnya karena jika tidak bisa kebalikannya, yaitu ular yang menyantap Bullfrog tersebut.

    Jadi, peristiwa rantai makanan bisa berubah atau terbolak-balik antara yang memakan dan dimakan. Hal tersebut menyesuaikan kondisi fisik hewannya, seperti ukuran dan jumlahnya, lingkungan alam sekitar, serta faktor lainnya. Misalnya, ada campur tangan manusia hingga hewan yang jinak menjadi lebih agresif.

Sekarang, Anda sekalian sudah mengetahui sendiri penyebab kondisi terbolak-baliknya rantai makanan di alam. Tidak perlu kaget dan bingung lagi terutama setelah menonton video katak makan ular yang sedang viral tersebut.

More From Author